malam itu tiadalah mata terpejam sekedip pun
malam itu tiadalah mata kering sedetik pun
malam itu tiadalah bibir terhenti sedikit pun
melafadzkan pengakuan dan hajat
sesal dosa
proposal hidup mati
harapan dalam keputusasaan
kehinaan dan kerendahan hamba
puja puji keindahan kesempurnaan-Nya
tiada hingga tanpa batas
tersampaikan sudah,
nishfu sya’ban, gerhana, kemerdekaan
tetes demi tetes airmata darah yang terkoyak
tetes demi tetes kesedihan dan pilu
tetes demi tetes pengakuan dan hajat
nishfu sya’ban, gerhana, dan kemerdekaan
kala lauhul mahfuz, sang ummul kitab
dimaktubkan
kala maghfirah dan rahmah
dilipatgandakan ..
tiadalah orang banyak berdoa menyampaikan hajat atas takdirnya
tiadalah orang banyak menunduk mengaku menyesal
tiadalah orang banyak melihat ayat-Nya
bintang bertaburan dan gerhana bulan terang
terganti oleh gelegar gelegar kembang api
perih perih pedih pedih
sungguh pilu
andai mereka tahu, andai mereka tahu
inilah malam suci yang penuh barokah dan karomah
maghfirah dan rahmah
ihdii Ya Hadiyy ihdinash-shiraathal mustaqiim
Ihdinaa Ya Hadiyy Irhamnaa Ya Rahman
Ighfirlanaa Yaa Ghaffar
aku hamba hina faqir papa
tiada daya dan upaya ..
terlaknat dalam kepongahan
terkutuk dalam kecongkakan ..
Ighfirlii Ya Ghaffar Ighfirlii ……
====================================================================
kebahagiaan terus mengalir,
di antara relung relung tangis sendu
kebahagiaan terus merekah,
di tiap sudut sudut kalbu
lega, bahagia
bersama jalanan shubuh yang sepi sunyi senyap
====================================================================
pulang, lelah tubuhku terjaga sepanjang malam
====================================================================
akhirnya kutinggalkan masjid almunawwarah .. berat hatiku meninggalkan malam suci ini, berat langkahku meninggalkan masjid ini.. andai, andaikan malam ini lebih panjang lagi . setelah membatin sesaat, aku berjalan pulang, ditemani fajar yang mulai merekah menampakkan sinar indah kemerah-merahan dan lembayung.. sepi, sunyi senyap pagut diriku .. sedangkan gerhana bulan mulai mengakhiri keindahannya ..
andai, andaikan malam ini lebih panjang lagi ..
sampai di rumahku, tak kuat lagi kakiku menopang tubuhku, tak kuat lagi mataku menopang kantukku. kasur sudah menungguku .. aku menyambutnya, melepas lelah tangis dan doa ..
andai, andaikan malam ini lebih panjang lagi ..
=====
pukul 11 siang, aku terbangun mendengar suara sepupuku .. ia datang bersama keluarganya .. Mba Mila, Mas Irgan, dan Rumi .. mas Rayyan juga datang . alangkah bahagia hatiku melihat bayi berumur 3,5 bulan ini. mengelus, memegangnya. sungguh indah Rumi .. aku seneng banget.
ini hari yang sangat amat indah bagiku .. walau hari kemerdekaan tanpa pesta pora tanpa makan besar , cukup dengan tidur dan melihat bayi ..
====================================================================